Tampilkan postingan dengan label AIKA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AIKA. Tampilkan semua postingan

Ilmu Hadist (AIKA II)


Pengertian dan Istilah dalam Ilmu Hadist serta Fungsinya – AIKA II

2.1 Pengertian Hadist
Kata "Hadits" atau al-hadits menurut bahasa berarti al-jadid (sesuatu yang baru), lawan kata dan al-qadim (sesuatu yang lama). Kata hadits juga berarti al-khabar (berita), yaitu sesuatu yang dipercakapkan dan dipindahkan drii seseorang kepada orang lain. Kata jamaknya, ialah al-hadist.
Secara terminologi, ahil hadits dan ahli ushul berbeda pendapat dalam memberikan pengertian hadits. Di kalangan ulama hadits sendiri ada juga beberapa definisi yang antara satu sama lain agak berbeda. Ada yang mendefinisikan hadits, adalah "Segala perkataan Nabi SAW, perbuatan, dan hal ihwalnya" Ulama hadits menerangkan hahwa yang termasuk "hal ihwal', ialah segala pemberitaan tentang Nabi SAW, seperti yang berkaitan dengan himmah, karakteristik, sejarah kelahiran, dan kebiasaan-kebiasaanya. Ulama ahli hadits yang lain merumuskan pengertian hadits dengan:
"Segala sesuatu yang bersumber dari  Nabi, baik berupa perkataan, perbuatan, tarqrir, maupun sifatnya'